Pertanyaan :

Salah seorang Bu Nyai di sebuah pesantren menyatakan lebih afdal dari kalangan kaum pria saja yang menghafal Al-Quran. Karena kaum wanita sering berhalangan, misalnya karena datang bulan. Dalam keadaan seperti itu, bagaimana sikap wanita penghafal al-Quran? Mohon penjelasan.

                                                                                                                                           Maria Qibtiyah

                                                                                                                                           Pesanggaran, Banyuwangi

 

Jawaban :

            Mbak Maria Qibtiyah yang dimuliakan Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda, “Paling baiknya kamu sekalian orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” H.R. al Bukhori.

            Al-Qur’an akan dijaga oleh Allah sejak diturunkan sampai hari kiamat dari  perubahan, penyelewengan dan kepunahan. Allah SWT berfirman,“ Sesungguhnya Kami menurunkan  Al-Dzikr (Al-Qur’an) dan Kami benar-benar akan menjaganya.” (Q.S. al-Hijr: 9) Itu terbukti dengan banyaknya orang yang menghafal Al-Qur’an secara akurat dan sempurna. Allah memberi penghargaan khusus kepada hamalat al-Qur’an dengan  diselamatkannya dari sentuhan api neraka. Allah tidak membedakan antaran hâfizh (lelaki penghafal Al-Qur’an) atau hâfizhah (perempuan penghafal Al-Qur’an), keduanya mendapatkan keutamaan dan  jaminan dari Allah SWT.

            Mbak Maria Qibtiyah,  tentang wanita yang sedang haid (menstruasi) memang ada larangan untuk melakukan ibadah tertentu sebagaimana larangan juga bagi orang yang sedang junub. Di antaranya adalah salat, puasa, tawaf, diam di masjid, membaca dan membawa Al-Qur’an, dan lain-lain.

            Tentang orang yang sedang haid dilarang membaca Al-Qur’an, Rasulullah SAW, bersabda, “Tidak boleh membaca sedikit pun dari Al-Qur’an orang yang  haid dan junub.” (HR. Al-Turmudzi, Ibnu Majah, Al-Baihaqi)

            Para ulama memberikan penjelasan tentang hadis tersebut, di antaranya ulama madzhab As-Syafi’i menerangkan bahwa larangan membaca Al-Qur’an bagi orang yang haid itu  jika niatnya qira’ah,  adapun jika niatnya zikir atau do’a walaupun dari ayat Al-Qur’an atau membaca dalam  hati tidak dilafazkan dengan lisan  itu tidak dilarang (al-Fiqh al-Manhaj alâ al-Madzhab al-Syâfi’i: 1/75)

            Ulama mazhab Maliki juga berpendapat, “Tidak diharamkan membaca Al-Qur’an dalam hati dan  tidak dilafazkan (alâ zhahr  qalb)   bagi orang yang haid atau nifas baik itu junub atau tidak,  kecuali setelah terputusnya darah sebelum mandi hadas besar.” (al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuh: 1/471)

            Syekh Abdullah ibn Baz, Mufti Arab Saudi, pernah menjelaskan bahwa hadis larangan membaca Al-Qur’an bagi orang haid dan nifas yang diriwayatkan al-Turmudzi, Ibnu Majah dan al-Baihaqi  itu lemah. Yang ada larangan hanya kepada orang junub, sedangkan haid dan junub itu berbeda baik situasi atau kondisinya, dan tidak boleh diqiyaskan dalam ibadah,   maka dari itu tidak ada larangan bagi orang yang sedang haid membaca Al-Qur’an baik itu niat tilawah, dzikir, do’a atau  menghafal.

            Mbak Maria Qibtiyah yang saya hormati, kesimpulannya, belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sangat mulia dihadapan Allah SWT apalagi penghafal Al-Qur’an akan dijamin selamat dari sentuhan api neraka. Itu tidak dibedakan baik itu pria atau wanita. Bagi hafidzoh  yang sedang haid agar tidak hilang hafalannya  bisa membaca Al-Qur’an dalam hati atau niatkan dzikir dan mudzakarah. Insya Allah tidak berdosa. Wallâh a’lam bi al-showâb

Unduh Buku Gratis

Buku pilihan yang dapat diunduh bulan ini ialah Dampak Bahasa Dari Perbedaan Para Mujtahid

Unduh Disini

No Images

Investasi Sedekah

Buat pengunjung yang bermurah hati untuk bersedekah dan menyumbang untuk dakwah dan pembangunan pesantren Darul Qur'an Cendekia Amanah

Selengkapnya...

Galeri Video

Berisi kumpulan video menarik dari Ust Cholil Nafis yang merekam berbagai topik-topik terhangat yang dapat menjadi teladan dan bimbingan buat semua

Selengkapnya...

Galeri Gambar

Berisi kumpulan gambar menarik dan meme dari Ust Cholil Nafis yang dapat menjadi teladan dan bimbingan buat semua

Selengkapnya...

Go to top
JSN Boot template designed by JoomlaShine.com